12 May 2026 · Oleh Pdt. Mey Daman Lawolo

APAKAH KITA TERMASUK MARTUS KRISTUS?

Bagikan:

"Kisah Para Rasul 1:8"

pada moment kenaikan, Yesus menyatakan suatu deklarasi yang menggembirakan pembaca, yakni para murid akan mendapatkan kuasa dan terlibat dalam karya keselamatan yang telah digenapi dan mulai direalisasikan oleh Allah. Yesus mengatakan "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis. 1:8).

Pernyataan Kristus menekankan status para murid sebagai saksi-Nya di bumi ini. Yesus telah mengantisipasi keraguan dan ketidakmampuan para rasul, oleh karena itu, Dia meneguhkan hati mereka dengan menyatakan "kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu".

Di sini Yesus sebenarnya mengafirmasi ulang tugas Roh Kudus yang akan diutus oleh Bapa di dalam Nama-Nya, seperti yang ditulis dalam Injil Yohanes 14:26; 15:26; 16:14. Roh Kudus adalah saksi sorgawi yang diutus kepada orang percaya untuk mengajari dan mengingatkan mereka siapa Kristus Yesus. Kebenaran kesaksian tersebut sangat valid dan dinyatakan dalam Kitab Suci.

Status sebagai saksi (kata Yunani martus) merupakan sosok yang mengetahui dengan mengerti dan menyaksikan secara langsung apa peristiwa yang terjadi atau siapa yang akan disaksikan. Di sini dibutuhkan pengetahuan yang akurat, argumen yang jelas dan pembuktian yang faktual. Seorang saksi harus benar-benar mengenal sosok yang dia saksikan dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kesaksian yang benar dan tepat. Selain itu, seorang saksi juga berani berkorban demi kebenaran (dari kata martus menjadi martir).

Hal ini menuntut adanya relasi yang intim dengan Kristus yang disaksikan. Saksi harus mengenal-Nya dan mengetahui semua karya dan kuasa-Nya yang menyelamatkan. Kemampuan untuk mengetahui itu berasal dari Roh Kudus yang mengilhami dan menuntun kita pada kebenaran. Hal ini hanya berlaku bagi para murid Kristus atau orang percaya.

Oleh karena itu, kita harus menyelaraskan siapa Kristus yang kita saksikan dengan kesaksian Roh Kudus di dalam Alkitab. Meskipun kita sangat beragam dan multistyle, kita tidak bisa mempresentasikan Krsitus menurut selera kita masing-masing. Kristus hanya satu, dan kesaksian tentang Dia pun hanya satu. Metode dan kearifan kita dalam menyaksikan Dia, tidak bisa mereduksi siapa Dia yang sesungguhnya. Mari kita mengenalNya dan mengasihi Dia dengan menjadi saksi yang rela berkorban demi Juruselamat kita.

Soli Deo Gloria! [Pdt. Mey Daman Lawolo]