30 September 2026 · Oleh Vik. Dedi Suryanto Zai, S.Th.

Jangan Menyerah dalam Kesulitan

Bagikan:

"Yakobus 1:2-4"

Pernah nggak merasa, “Tuhan, kok masalahnya datang bertubi-tubi?” Kesulitan datang tanpa permisi berupa sakit, keuangan tagihan menumpuk, pekerjaan berat, keluarga juga tidak mengerti bahkan pelayanan sia-sia. Respon alami kita adalah mengeluh, menyalakan Tuhan, menyalakan keadaan, bahkan ingin mau menyerah begitu saja kadang kita bilang Tuhan aku capek. Kadang kita melihat masalah sebagai malapetaka, tetapi Yakobus mengajak kita memandangnya sabagai kebahagiaan atau sukacita yang murni, kenapa bisa, karena Allah tidak pernah sia-sia perjuangan kita. Hal ini bukan karna kita mensyukuri rasa sakitnya, melainkan menyadari apa yang sedang Tuhan kerjakan dibalik kesulitan itu.


Ada 3 hal cara kesulitan yang membuat kita bahagia dan tak ingin menyerah begitu saja

Pertama
kesulitan adalah ujian iman setiap orang percaya, tanpa tekanan, iman kita tidak pernah teruji. Iman kita diuji dengan tujuan bukan untuk menjatuhkan tetapi membuktikan bahwa iman kita sungguh-sungguh kepada Tuhan bukan hanya saat keadaan baik. Disaat menghadapi kesulitan jangan pernah kita lari dari tantangan atau mengandalkan manusia ataupun kekuatan kita sendiri. melainkan berseru dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan.


Kedua
ujian menghasilkan ketekunan. Ketekunan adalah sikap mentan yang menunjukkan kesungguhan, kerja keras, dan ketetapan hati untuk terus berusaha mencapai tujuan meskipun menghadaapi kesulitan. Ketekunan juga sama dengan otot rohani. Kerohanian terbentuk saat kita memilih tetap percaya, tetap berdoa, tetap melakukan yang benar walaupun berat. Kesulitan kita atau kesengsaraan membentuk ketekunan, dalam kitab Roma 5:3-5 mengatakan kesengsaraan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan yang tidak mengecewakan. Orang yang tidak pernah tekun imannya rapuh tapi oraang yang bertahan bersamaa Tuhan menjadi kuat.


Ketiga
Mendewasakan diri. Dalam ketekunan hati kita membuat kita sempurna dan utuh tak bercacat. Seperti buah pohon yang sudah matang butuh waktu/proses, tantangan panas, dan dilanda hujan. Dari ketekunan yang matang akan membentuk karakter kita menjadi pribadi yang kuat, utuh didalam Dia.

Oleh karena itu, jangan menyerah pada diri sendiri, Tuhan tidak pernah menyerah pada hidup kita, jadi jangan berputus asa sekalipun kita merasa gagal atau jatuh bangun dalam kelemahan artinya percayai bahwa Tuhan memegang kendalipenuh atas hidup kita, sadarilah bahwa Tuhan sedang memproses karakter kita bukan menghancurkan, jangan menyerah terus melangkah dengan iman dan biarkan ketekunan menyelesaikan tugasnya.

            Pertanyaan untuk kita; kesulitan apa yang sedang Tuhan pakai untuk melatih Ketekunan dalam hidup kita saat ini?