JANGAN LELAH BERBUAT BAIK
"Galatia 6:7-10"
Berbuat baik adalah tindakan, sikap dan perbuatan yang mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain dan bagi diri sendiri yang didasari oleh kasih yang tulus. Dalam kecongkakan manusia seringkali bertindak tidak sesuai kehendak Allah, dengan dalih karena sudah hidup dalam keberdosaannya. Melalui Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat Galatia untuk jangan hidup dalam perspektif demikian, namun hendaknya mereka hidup dalam kasih dan perbuatan baik. Perbuatan baik bukan untuk diselamatkan tetapi perbuatan baik adalah hasil atau buah dari iman kepada Yesus Krbukan yang karena telah membawa keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib.
Jangan lelah berbuat baik yang artinya tetap konsisten. Berbuat baik memang tidak selalu diterima oleh semua pihak. Hingga sering kali merasa lelah, capek, dan kadang tidak dihargai bahkan terkadang perbuatan baik yang dilakukan seringkali dianggap sensasi oleh orang lain. Namun Paulus mengingat kan bahwasanya teruslah berbuat baik tanpa henti, serta hidup dalam kasih dan ketekunan. Hal ini menunjukkan bahwa berbuat baik bukan hanya sekali, dua kali tapi konsisten, terus menerus serta melakukan dengan hati yang tulus ikhlas. Sebab apabila sudah waktunya kita akan menuai jika kita tidak menyerah (9).
Apa yang ditabur, itu pula yang akan dituai. Barang siapa yang akan menabur dalam daging yaitu mengikuti hawa nafsu, keserakahan, kejahatan, menginginkan hal milik orang lain akan menuju kepada kebinasaan dan kehancuran. Sementara yang menabur dalam Roh yaitu melakukan kasih, taat pada kebenaran, penguasaan diri akan membawa kepada kehidupan yang kekal (8). Jadi apa yang akan ditabur itu pula yang akan dituai. Setiap hal yang dilakukan pasti ada konsekuensinya. Allah menginginkan orang percaya tulus dan penuh kasih, sebab Allah tidak senang dengan kepura-puraan. Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Allah tidak membiarkan dirinya dipermainkan, jadi segala sesuatu hiduplah selaras dengan kehendak Tuhan.
Berbuat baik bukan untuk kita mendapatkan upah (pujian) melainkan perbuatan baik adalah buah dari iman yang kita miliki dan bukti nyata bahwa kita sudah menerima Kristus dan hidup berada di dalam-Nya. Jadi, jangan biarkan pikiran dan kehendak sendiri dikuasai oleh pikiran kotor, kebencian dan keinginan mengasihi dunia. Berlakulah baik tanpa henti. Yesus adalah penabur yang sejati yang telah memberikan dirinya untuk menebus dosa manusia. Selagi ada kesempatan pergunakan waktu yang ada, karena apabila waktunya sudah berkesudahan tidak lagi ada waktu untuk berbuat baik. Orang yang beriman akan mengenakan Kristus dalam dirinya dan terus menerus hidup mengenakan karakter Kristus.