06 June 2026
·
Oleh Pdt. Mey Daman Lawolo
TUHAN TIDAK PERLU PERSEMBAHANMU
"Mazmur 50:14-15"
Paradigma yang telah familiar di kalangan orang beriman ialah persembahan yang mereka berikan di gereja melalui kantong persembahan atau yang diantar langsung ke altar merupakan tindakan yang memiutangi Tuhan. Konsepnya ialah dengan memberi persembahan sedemikian besarnya, maka Tuhan berkewajiban memenuhi semua permintaan yang mereka ajukan via doa.
Konsep ini bukan hanya keliru memahami makna persembahan tetapi juga salah mengenal siapa Allah yang disembah. Mereka mengira persembahan menjadi "kunci" berkat Tuhan yang lebih melimpah.
Mazmur 50:14-15 mengingatkan kita bahwa persembahan yang dikehendaki Tuhan. Dia Pemilik segala sesuatu di langit dan di bumi. Dia tidak butuh kurban, uang dan sejenisnya. Tidak pernah Allah meminta jasa manusia untuk menolongNya (12).
Yang dikehendaki Tuhan dari kita ialah ucapan syukur dan pelaksanaan setiap doa kita di hadapanNya. Sekecil dan sebesar apapun persembahan kita, harus dibangun dengan pemahaman bahwa semuanya adalah milik Tuhan, termasuk kita. Makanya dalam Roma 12:1-2 Paulus mendorong orang percaya untuk memberikan dirinya (tubuh) sebagai persembahan yang hidup, Kudus dan berkenan kepada Allah. Esensinya, kita sendiri bukan milik sendiri. Kita milik Allah. Segala sesuatu yang kita kerjakan dan miliki hanyalah sebatas anugerah Tuhan yang seyogianya kita serahkan kepadaNya.
Termasuk setiap seruan yang kita panjatkan kepadaNya. Itu adalah komunikasi kita yang penuh kerendahan hati. Kita berdoa karena kita mengakui kalau kita bukanlah siapa-siapa. Kita membutuhkan Dia, Sang sumber hidup. Kita berseru karena kita tak berdaya, lemah dan tak bisa hidup tanpa Dia. Ketergantungan kita kepada Tuhan menjadi bukti bahwa kita senantiasa berpaut kepadaNya dengan menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan ucapan syukur.
Soli Deo Gloria 🙏
#mazmur #persembahan #ucapansyukur #doa #renungan